Jumat, 26 April 2013

Artikel Ta'lim : Ikhwan & Akhwat Sejati

Tidak ada komentar
Seorang remaja pria bertanya kepada ibunya, "Ibu, ceritakan kepadaku tentang ikhwan sejati.."

Sang ibu tersenyum dan menjawab :


"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya terhadap orang di sekitarnya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnyam
tetapi komitmennya menjaga hubungan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerjanya,
tetapi bagaimana dia di hormati di dalam rumah
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi sikap bijaknya memahami persoalan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada di balik itu
Ikhwan seati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja,
tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya menjalani liku-liku kehidupan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Qur'an,
tetapi dari konsistensinya dia menjalankan apa yang ia baca"

Setelah itu sang anak bertanya, "siapa yang dapat memenuhi kriteria itu, Bu?"

Sang ibu memberinya buku dan berkata, "Pelajarilah tentang dia".

"Muhammad", itulah judul bukunya.

***

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati.."

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum, dan menjawab:
"Anakku..,
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahlian berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara"

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.

"Lantas apa lagi, Abi?" sahut putrinya.

"Ketahuilah putriku...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah..
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul"

Setelah itu, sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Pelajarilah mereka"

Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan, "Istri Rasulullah"

***

Subhanallah ya akhi & ukhti, semoga kita bisa menjadi ikhwan sejati / akhwat sejati seperti Rasulullah SAW dan Istri-Istri beliau :))

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Berita Terpopuler

Member